Langsung ke konten utama

The Winner & The Looser

Hari ini langit begitu cerah, terik matahari nampak berkilauan di hamparan pasir yang memutih disepanjang pantai. Deburan ombak kecil sesekali membelai desir pasir dengan meninggalkan riak air bak minuman soda yang tumpah. Seluruh penghuni tempat itu serasa menikmati cuaca indah, dengan melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Nampak dari kejauhan seekor kelinci gemuk sedang duduk santai di bawah rindangnya pohon kelapa. Dari awal pekan sampai kembali lagi, waktunya banyak ia habiskan dengan hanya rebahan di bawah pohon, bisa dikatakan mahluk kecil ini seperti seorang pemalas. Tak pernah ada satu hal lain pun yang sepertinya ia kerjakan selain tiduran. Terlebih porsi badannya yang gemuk plus warna kulitnya yang putih mulus semakin menambah kesan bahwa sepettinya ia selalu dalam keadaan yang selalu nyaman dan kecukupan tanpa perlu terlalu bersusah payah dalam mendapatkannya.

Terik matahari yang sedikit menyengat hari itu tak terlalu ia rasakan, terlebih sepoi angin meniup halus setiap helai bulu putihnya, suasana yang begitu tenang sedikit demi sedikit menenggelamkannya dalam lamunan, sayup-sayup mata merahnya serasa ingin menutup, akan tetapi itu tak berlangsung lama. Secara tiba-tiba ia merasakan kegusaran yang dalam. Serasa ada sesuatu yang membahayakan dirinya. Belum sempat ia melihat keadaan di sekitarnya, tiba-tiba sudah berdiri tegap di hadapannya seekor rubah jantan besar dengan tampannya yang menyeramkan, dari sikapnya sudah bisa ditebak sang rubah berniat memangsa sang kelinci. “hai, kau! Hari ini adalah hari terakhir kamu melihat matahari terbit, karena sebentar lagi kamu akan tidur nynyak dalam perutku!” ucap sang rubah dengan garang.

Tak ada sedikitpun kegusaran di wajah sang kelinci, malah dengan lantang sang kelinci itu berkata “Kalau memang kamu ingin aku jadi pengganjal perutmu, hayo kita berkelahi dulu. Itupun kalau kamu berani. Dengan syarat kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang”. Ucap kelinci dengan nada menantang
Sang rubah jantan merasa tertantang “ Dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?’ jawab sang rubah dengan sinis. Akhirnya mereka masuk kedalam lubang kelinci. Tak disangka sesumbar sang kelincipun bukan isapan jempol semata, sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha sang rubah dan melahapnya dengan nikmat. Sang kelinci kembali bersantai, kali ini ia mengambil tempat yang lebih nyaman, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai. Ia mengulangi posisi tiduran seperti sebelumnya. Belum sempat ia merebahkan badan, tiba-tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsany. Dengan tenang sang kelinci mengulangi kata-katanya yang diucapkan kepada sang rubah tadi. “ Kalau kamu memang berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.
“silahkan ngomong sepuasnya, karena sebentar lagi mulut kecilmu itu akan segera kurobek, dan kujadikan mangsa cacing-caing dalam perutku” ucap sang serigala yang merasa tertantang.
“Tunggu, apakah kamu berani menerima tantanganku”. Ucap sang kelinci kembali menimpali
“Hayo, okey, di manapun jadi, kamu pasti akan menyesal”. Ucap sang serigala sembari menerima tantangan sang kelinci.
Merekapun masuk kedalam sarang kelinci, selang lima belas menit kemudian lagi-lagi sang kelinci keluar dengan langkah pasti sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
“huh, hari yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan, “ gumam sang kelinci dalam hati.

Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri di atas pasir, tapi kini ia agak sedikit lebih dekat ke pantai, sesekali air laut melalui riak gelombang menyerempet kulit putihnya yang mulai kotor terkena bercak darah . dan lagi-lagi secara tiba-tiba datang sesosok mahluk lain yang lebih besar dan hendak memangsanya. Kali ini giliran seekor beruang, dengan kukunya yang tajam dan sorotan matanya yang buas, terlihat sekali nafsunya untuk membunuh dan memangsa sang kelinci melebihi rubah dan serigala sebelumnya. Tanpa bertanya apapun sang kelinci langsung berkata
“aku tahu kamu ingin memangsaku, dan mungkin sekalipun ada mahluk seperti aku sepuluh, tak akan bisa mengenyangkanmu.” Ucap sang kelinci.
“aku tak peduli, yang jelas hari ini aku akan pesta kecil-kecilan” ucap sang beruang.
“apa! Nggak salah dengar nih, kamu mau pesta kecil-kecilan, jangan harap deh!” ucap sang kelinci memancing beruang
“Kalau memang kamu ingin memangsaku, hayo kita berkelahi dulu di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang, “. Imbuh sang kelinci
Begitu mendengar ucapan sang kelinci, sang beruangpun tertawa kegelian dan ia merasa tertantang.
“aku salut sama keberanianmu, dan aku terima tantanganmu. Di manapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?”sumbar sang beruang.
Seperti kejadian-kejadian sebelumnya, akhirnya merekapun masuk kedalam sarang kelinci, kali ini lebih lama dari 2 pemangsa sebelumnya. Dan akhirnya tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat. Sambil sedikit sempoyongan karena perutnya yang terlalu kenyang.

***
Sang mentaripun lambat laun telah bergeser kebarat, pohon kelapa masih tetap melambai-lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, sang kelinci melongok kedalam lubang kelinci sambil melambai-lambaikan tangan kecilnya seraya berteriak
“ Hai! keluarlah, sudah sore, besok kita teruskan lagi !” teriak sang kelinci
Tak berapa lama akhirnya keluarlah seekor harimau dari lubang itu. Sangat besar badannya, sambil menguap harimau itu berkata
“ Kerjasama kita suskses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari kencang untuk mengejar buruan”. Ucap harimau itu.

: The winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara the looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya. Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada krendahan hati dan keihlasan bekerja sama (meskipun) dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik dari kita.

original story from motivasi.net and ripper by Ismanadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Estetika dalam Seni dan Desain

Oleh : Dr. Agus Priyatno, M.Sn*

Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk.

Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan (safety), kenyamanan (ergonomi) dan keindahan (estetika).
Aspek keamanan berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek ergonomi berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk disain harus enak dilihat.
Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi at…

Lagu Malang Awe Awe Ala Peni Suparto

Image Source : Inconclusion

Pertama kali tahu lagi ini gara-gara persiapan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX di salah satu SMP Swasta kota Malang. Waktu itu regu paduan suara sedang getol-getolnya berlatih dengan iringan elekton. Rasa penasaran dengan lagu ini akhirnya membawa saya untuk bersilaturrahim kepada paman Google, untuk minta tolong penerawangannya guna mencari lokasi “gratis” mendapatkan lagu itu. Dan gayungpun bersambut, tak sampai 5 menit sayapun telah berhasil menyimpan file Mp3-nya kedalam harddisk (semoga nggak dikatakan membajak, karena untuk konsumsi pribadi). Setelah beberapa kali saya putar, cukup menarik bagi saya pribadi yang seorang Jawa mendengarkan lagu tersebut karena memang liriknya berbahasa Jawa (sekalipun ada beberapa kata yang saya kurang paham maksudnya).

Mendengarkan lagu Malang Awe-Awe ini sedikit mengingatkan saya kepada dua sosok orang penting di negeri ini, yang pertama tepatnya beberapa tahun yang lalu saat bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)…

Memahami Seni (Lukis) Modern

Oleh : Dr. Agus Priyanto*
Kapan permulaan senilukis modern? Banyak jawaban muncul berkaitan dengan pertanyaan ini. Sejumlah pakar seni memberi jawaban berdasarkan argumentasi mereka masing-masing. Senilukis modern adalah julukan bagi senilukis yang memuat kreativitas individu dan unsur-unsur kebaruan di dalamnya.

Berdasarkan definisi ini, senilukis modern mencakup lukisan-lukisan sejak zaman prasejarah, hingga kini yang memiliki karakteristik. Pengertian senilukis modern ini menunjukkan, modern adalah hal yang berkaitan dengan karakteristik, bukan waktu. Modern setiap zaman bisa berbeda-beda kualitasnya, sejauh lukisan memiliki karakteristik, maka dapat disebut seni lukis modern.

Definisi Para Pakar

Para ahli sejarah seni di Barat tidak bisa menyatakan batas pasti permulaan senilukis modern. Sarah Newmeyer dalam Enjoying Modern Art (1955) menyatakan, "Seni modern boleh jadi sebuah lukisan seekor bison yang digoreskan duapuluh ribu tahun lalu, pada dinding gua Lascaux di Selatan Pran…