Langsung ke konten utama

Kemerdekaan Itu Ialah Hak.....

65 Th Indonesia (Belum Cukup) Merdeka
Hari ini (17-08-2010) adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, itu sudah pasti karena peristiwa yang terjadi 65 tahun yang lalu. Dan yang lebih pasti lagi hari ini tadi adalah awal yang juga bersejarah bagi saya. Berdiri di lapangan untuk mengikuti upacara bendera dengan status yang telah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yah, bapak Guru, demikianlah mereka menyebutnya. Ada ungkapan yang menyatakan status yang kusandang ini adalah termasuk juga dengan Pahlawan, dengan sedikit embel-embel kata-kata selanjutnya yakni "tanpa tanda jasa". Sekelumit kalimat itu bukan hal yang asing lagi bagiku, mengingat sejak duduk di bangku sekolah dasar dahulu kalimat itu sangat-sangat seringkali aku dengar, bahkan ada juga yang keluar waktu ujian semester dulu untuk pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila yang berubah menjadi PPKn dan kini berubah lagi menjadi PKn). Meski demikian sampai detik inipun aku belum seratus persen paham, apa makna sebenarnya dari kalimat itu. Terlepas dari arti dan ungkapan apapun, menurutku semua orang di dunia ini adalah pahlawan, tak terkecuali siapapun. Yang memberdakan hanyalah dimana, dan seperti apa istilah kepahlawanannya itu ia sandang. Singkat kata pahlawan itu adalah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain, lebih-lebih untuk dirinya serndiri. Lantas mengapa sedemikian sederhananya, yup! bermanfaat bagi dirinya sendiri adalah jika seseorang itu berani mengambil keputusan dan menentukan jalan hidupnya serta mau dan berani bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan, dia pahlawan. Berani dengan lantang mengerjakan semua kewajibannya sebagai individu yand ada hubungannya dengan Sang Pencipta ataupun dalam masyarakat lingkungannya dan juga dengan bijak memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang hamba dan juga warga negara dalam bermasyarakat, dialah pahlawan. dan pahlawan sejati itu tak mengharapkan balas budi, karena ia sesungguhnya ihklas tanpa batas, dan tanpa impian agar nantinya ia dielu-elukan.

Bermanfaat bagi diri sendiri bukan berarti mementingkan diri sendiri, akan tetapi lebih merupakan ungkapan nyata yang bahwasanya kita tidak akan bisa mencintai dan menghormati orang lain sebelum kita mencitai dan menghormati diri kita sendiri. Dan lebih dalamnya lagi yang diajarkan dalam agama bahwasanya kita tidak akan tahu siapa Tuhan kita sebelum kita tahu dan memahami siapa diri kita. Jika demikian berarti kita telah merdeka, kita bisa mernghargai diri kita sendiri, kita bisa menyeimbangkan kewajiban dan hak kita, kita dapat memanusiakan manusia, berarti kita telah merdeka. Dan merdeka itu bukan hanya karena bebas dari penjajahan bangsa lain dalam bentuk fisik, bisa jadi merdeka itu kita bisa mengeluarkan pendapat, berapresiasi, dan juga tentunya berkreasi sesuai dengan tatanan yang tak melanggar kemerdekaan pribadi atau golongan manapun. Semoga sedikit tulisan ini bisa memerdekakanku dari kemalasan menulis yang terasa sudah sangat menjajah otak kanan dan kiriku, serta mematikan jari-jemariku untuk kembali menari diribaan keyboard usangku. (ismanadi)

Sumber gambar dari sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Estetika dalam Seni dan Desain

Oleh : Dr. Agus Priyatno, M.Sn*

Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk.

Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan (safety), kenyamanan (ergonomi) dan keindahan (estetika).
Aspek keamanan berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek ergonomi berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk disain harus enak dilihat.
Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi at…

Lagu Malang Awe Awe Ala Peni Suparto

Image Source : Inconclusion

Pertama kali tahu lagi ini gara-gara persiapan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX di salah satu SMP Swasta kota Malang. Waktu itu regu paduan suara sedang getol-getolnya berlatih dengan iringan elekton. Rasa penasaran dengan lagu ini akhirnya membawa saya untuk bersilaturrahim kepada paman Google, untuk minta tolong penerawangannya guna mencari lokasi “gratis” mendapatkan lagu itu. Dan gayungpun bersambut, tak sampai 5 menit sayapun telah berhasil menyimpan file Mp3-nya kedalam harddisk (semoga nggak dikatakan membajak, karena untuk konsumsi pribadi). Setelah beberapa kali saya putar, cukup menarik bagi saya pribadi yang seorang Jawa mendengarkan lagu tersebut karena memang liriknya berbahasa Jawa (sekalipun ada beberapa kata yang saya kurang paham maksudnya).

Mendengarkan lagu Malang Awe-Awe ini sedikit mengingatkan saya kepada dua sosok orang penting di negeri ini, yang pertama tepatnya beberapa tahun yang lalu saat bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)…

Memahami Seni (Lukis) Modern

Oleh : Dr. Agus Priyanto*
Kapan permulaan senilukis modern? Banyak jawaban muncul berkaitan dengan pertanyaan ini. Sejumlah pakar seni memberi jawaban berdasarkan argumentasi mereka masing-masing. Senilukis modern adalah julukan bagi senilukis yang memuat kreativitas individu dan unsur-unsur kebaruan di dalamnya.

Berdasarkan definisi ini, senilukis modern mencakup lukisan-lukisan sejak zaman prasejarah, hingga kini yang memiliki karakteristik. Pengertian senilukis modern ini menunjukkan, modern adalah hal yang berkaitan dengan karakteristik, bukan waktu. Modern setiap zaman bisa berbeda-beda kualitasnya, sejauh lukisan memiliki karakteristik, maka dapat disebut seni lukis modern.

Definisi Para Pakar

Para ahli sejarah seni di Barat tidak bisa menyatakan batas pasti permulaan senilukis modern. Sarah Newmeyer dalam Enjoying Modern Art (1955) menyatakan, "Seni modern boleh jadi sebuah lukisan seekor bison yang digoreskan duapuluh ribu tahun lalu, pada dinding gua Lascaux di Selatan Pran…