Langsung ke konten utama

Lomba Foto Potensi Wisata Malang Selatan : Makam Mbah Suroyudo


Lomba Foto Potensi Wisata Malang Selatan

Makam Mbah Suroyudo atau dikenal juga dengan Mbah Qosim atau Mbah Jalaluddin ini terletak di Jalan Suroyudo Dusun Mertoyoso Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur. Lokasi makam yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi (baik roda dua maupun empat), sekitar 10 menit arah tenggara dari kantor Kecamatan Tajinan ini merupakan makam Auliya’ sekaligus merupakan orang yang mengawali membangun desa Ngawonggo atau istilahnya babad alas desa ini. Keadaan jalan menuju makam Mbah Suroyudo cukup baik, karena telah beraspal dan juga merupakan jalan alternatif dari daerah kecamatan Wajak menuju Kota Malang. Akan tetapi belum ada angkutan umum yang melalui daerah itu, selain angkutan ojek. Untuk mencapai lokasi makam dengan menggunakan angkutan umum dapat ditempuh dengan angkutan pedesaan dari terminal Hamid Rusdi kota Malang yang melalui pasar Tajinan, kemudian naik ojek dari pasar Tajinan menuju makam dengan kisaran ongkos ojek Rp.5.000 – 7.500.

Mbah Suroyudo berasal dari Ponorogo Jawa Timur, yang memiliki nama kecil Qosim. Terlahir dari Ibu beliau yang bernama Suti dan Ayah yang bernama Cipto. Mbah Suroyudo pertama kali “Nyecep Ilmu” (Belajar) dan juga diislamkan oleh guru yang pertama yaitu “Eyang Betoro Katong” beliau merupakan Ratunya Waro’ Ponorogo yang diislamkan oleh Sunan Ampel. Kemudian Eyang Betoro Katong memerintahkan Mbah Suroyudo untuk nyecep ilmu kepada Sunan Kalijaga. Selama tiga tahun Mbah Suroyudo belajar dari Sunan Kalijaga, di sana beliau diislamkan lagi oleh Sunan Kalijaga dan diberi nama “Jalaluddin” pada tahun 1467 M (872 H). Pada tahun 1470 M (875 H) Sunan Kalijaga memerintahkan Mbah Suroyudo untuk nyecep ilmu kepada Sunan Mbayat. Kemudian tepatnya tahun 1476 M (881 H) Sunan Mbayat menugaskan Mbah Suroyudo untuk menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa dengan ditemani seekor macan putih. Sunan Mbyat mengatakan kepada Mbah Suroyudo : “ Gogor gering-geringen iki ramuten, yen kerso waras ajaken nyebarno agomo, yen katon lintang kemukus dek no padepokan ing kono”. Dengan takdir Alloh SWT, Mbah Suroyudo melihat Bintang Kemukus ketika berada di daerah Ngawonggo, dan beliaupun mendirikan “Padepokan” atau Pesantren yang terletak di area makam ini.

Di Padepokan inilah Mbah Suroyudo mengajarkan ilmu kanuragan dan juga ilmu agama. Pada tahun 1487 M (892) Mbah Suroyudo memimpin pasukan perang dengan membawa 400 orang relawan dari desa Ngawonggo dan sekitarnya dengan berjalan kaki menuju ke Demak untuk melawan Portugis yang menyusup kedalam kerajaan Mataram, yang berusaha menjatuhkan kerajaan Demak kekuasaan Wali Songo, oleh karena itu beliau mendapatkan gelar “Suroyudo” yang artinya; Suro “Berani” dan Yudo “Perang”. Mbah Suroyudo wafat pada hari senin tanggal 14 bulan Maulud tahun 1503 M (908 H) dalam usia 211 tahun. (ismanadi)

____________________________________________________________
Sumber :
Buku Sejarah Mbah Suroyudo
oleh : KH. Ridlwan Al Kanma
(Pengasuh Pon. Pes Annur Al Huda, Ngawonggo Tajinan Malang)
Penerbit : PP “Padepokan Suroyudo”

Hot Fact!
Harap maklum:) Foto ini diambil menggunakan kamera recorder dengan lensanya yang ternyata masih VGA (0.3 M)…..hiks…hikss

Tampak depan makam Mbah Suroyudo

Tamapk dalam makam Mbah Suroyudo

Papan nama Makam Mbah Suroyudo

Tampak samping kanan makam Mbah Suroyudo

Komentar

  1. azzlamiqum,,,kulo lare sidomakmur ngawonggo etan kali,,,,kulo kajengen titip salam kangge rencang'' seng tek mriko,,,salam kngen sedoyo

    BalasHapus
  2. assalamualaikum..
    kulo Abdul Rozak,Alumni Annur Al-Huda.. Mugi-mugi Yayasan Annur Al-huda semakin Maju...

    BalasHapus
  3. saya alumni annur alhuda . masih ada hubungan kerabat atau apa romo yai ridwan dg mbah suroyudo...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima Kasih ya atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan komentar anda, karena komentar anda sangat berarti bagi blog Ismanadi :D

Postingan populer dari blog ini

Estetika dalam Seni dan Desain

Oleh : Dr. Agus Priyatno, M.Sn*

Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk.

Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan (safety), kenyamanan (ergonomi) dan keindahan (estetika).
Aspek keamanan berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek ergonomi berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk disain harus enak dilihat.
Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi at…

Lagu Malang Awe Awe Ala Peni Suparto

Image Source : Inconclusion

Pertama kali tahu lagi ini gara-gara persiapan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX di salah satu SMP Swasta kota Malang. Waktu itu regu paduan suara sedang getol-getolnya berlatih dengan iringan elekton. Rasa penasaran dengan lagu ini akhirnya membawa saya untuk bersilaturrahim kepada paman Google, untuk minta tolong penerawangannya guna mencari lokasi “gratis” mendapatkan lagu itu. Dan gayungpun bersambut, tak sampai 5 menit sayapun telah berhasil menyimpan file Mp3-nya kedalam harddisk (semoga nggak dikatakan membajak, karena untuk konsumsi pribadi). Setelah beberapa kali saya putar, cukup menarik bagi saya pribadi yang seorang Jawa mendengarkan lagu tersebut karena memang liriknya berbahasa Jawa (sekalipun ada beberapa kata yang saya kurang paham maksudnya).

Mendengarkan lagu Malang Awe-Awe ini sedikit mengingatkan saya kepada dua sosok orang penting di negeri ini, yang pertama tepatnya beberapa tahun yang lalu saat bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)…

Memahami Seni (Lukis) Modern

Oleh : Dr. Agus Priyanto*
Kapan permulaan senilukis modern? Banyak jawaban muncul berkaitan dengan pertanyaan ini. Sejumlah pakar seni memberi jawaban berdasarkan argumentasi mereka masing-masing. Senilukis modern adalah julukan bagi senilukis yang memuat kreativitas individu dan unsur-unsur kebaruan di dalamnya.

Berdasarkan definisi ini, senilukis modern mencakup lukisan-lukisan sejak zaman prasejarah, hingga kini yang memiliki karakteristik. Pengertian senilukis modern ini menunjukkan, modern adalah hal yang berkaitan dengan karakteristik, bukan waktu. Modern setiap zaman bisa berbeda-beda kualitasnya, sejauh lukisan memiliki karakteristik, maka dapat disebut seni lukis modern.

Definisi Para Pakar

Para ahli sejarah seni di Barat tidak bisa menyatakan batas pasti permulaan senilukis modern. Sarah Newmeyer dalam Enjoying Modern Art (1955) menyatakan, "Seni modern boleh jadi sebuah lukisan seekor bison yang digoreskan duapuluh ribu tahun lalu, pada dinding gua Lascaux di Selatan Pran…