Langsung ke konten utama

Desain Untuk Kontes Logo Keketuaan Indonesia di ASEAN 2010 - Kementerian Luar Negeri RI

Setelah kemarin belum bisa sukses pada sesi terakhir (final) untuk menjadi petualang pada kegiatan Aku Cinta Indonesia yang digelar Detikcom, setidaknya terobati dengan selesainya karya desain logo untuk lomba logo Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011. Lomba yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini setidaknya ikut memacu dan menjaga sikap kompetitif pada diri saya untuk selalu dan selalu berlomba-lomba menjadi yang terbaik, sekalipun dalam hal "Bounty Hunter" yang tentunya menggunakan keahlian khusus dibidang tertentu. So, berikut ini sepintas mengenai maksud dari karya desain logo saya, nice read!:D


Konsep Umum

Kebersamaan, itulah kata kunci untuk menggambarkan desain logo yang saya kasih judul “semanggi Merah” ini. Dengan penggambaran obyek utama menyerupai angka 16 (enam belas, sesuai dengan KTT Asean yang ke-16 kalo gak salah ya) yang divisualkan dengan bernuansa sulur yang dibentuk dari kumpulan daun semanggi dengan penempatan yang tidak beraturan dan juga bermacam-mcam ukurannya. Kerbersamaan disini diambi dari sifat tumbuhnya semanggi ini yang selalu bergerombol dan tidak pernah terlihat tumbuh sebatang kara (pastinya).


Semanggi (Green Caver) adalah sejenis tumbuhan paku air (Salviniales) dari marga (Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Beberapa cerita mitos meyakini bahwa tumbuhan ini dengan jumlah helai daun tertentu memiliki kelebihan membuat yang memilikinya selalu beruntung. Akan tetapi dalam hal ini penulis menggunkan tumbuhan ini sebagai objek logo lebih karena keindetikan dan juga kedekatannya semanggi dengan tanaman padi (seperti yang jadi logo resminya asean) karena habitat atau tempat tumbuhnya seringkali mudah dijumpai tidak jauh dari tempat tumbuhnya padi.


Arti Logo

Semangat kesatuan untuk maju yang dilandasi dengan kebersamaan dengan mengedepankan toleransi atas segala perbedaan terlebih dalam hal agama, hal itu diwakili dari 3 helai daun semanggi serta komposisi dan ukurannya yang bermacam. 3 helai daun semanggi menggambarkan 3 pilar utama komunitas Asean yakni Politik dan Keamanan; Ekonomi dan Sosial Budaya. Selain itu3 helai daun semanggi tersebut jika dikaji dari sudut pandang agama Islam dapat berarti Iman, Islam, Ihsan. Dalam agama Nasrani bisa berarti Trinity, dalam agama Hindu bisa berarti Tri Murti yang kesemua itu memiliki maksud bahwasanya toleransi atar umat beragama mutlak diperlukan untuk kestabilan keamanan dan juga saling percaya sehingga dengan demikian peningkatan kerjasama untuk kemajuan hal apapun akan lebih mudah terlaksana Kemudian untuk bentuk dasar logo yang menyerupai angka 16 merupakan penggambaran KTT Asean yang ke 16, dan warna gradasi dari merah ke warna kuning lebih merupakan penekanan semangat untuk bersatu yang layaknya kobaran api yang menyala.

ismanadi@blogger-malang-selatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Estetika dalam Seni dan Desain

Oleh : Dr. Agus Priyatno, M.Sn*

Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk.

Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan (safety), kenyamanan (ergonomi) dan keindahan (estetika).
Aspek keamanan berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek ergonomi berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk disain harus enak dilihat.
Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi at…

Lagu Malang Awe Awe Ala Peni Suparto

Image Source : Inconclusion

Pertama kali tahu lagi ini gara-gara persiapan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX di salah satu SMP Swasta kota Malang. Waktu itu regu paduan suara sedang getol-getolnya berlatih dengan iringan elekton. Rasa penasaran dengan lagu ini akhirnya membawa saya untuk bersilaturrahim kepada paman Google, untuk minta tolong penerawangannya guna mencari lokasi “gratis” mendapatkan lagu itu. Dan gayungpun bersambut, tak sampai 5 menit sayapun telah berhasil menyimpan file Mp3-nya kedalam harddisk (semoga nggak dikatakan membajak, karena untuk konsumsi pribadi). Setelah beberapa kali saya putar, cukup menarik bagi saya pribadi yang seorang Jawa mendengarkan lagu tersebut karena memang liriknya berbahasa Jawa (sekalipun ada beberapa kata yang saya kurang paham maksudnya).

Mendengarkan lagu Malang Awe-Awe ini sedikit mengingatkan saya kepada dua sosok orang penting di negeri ini, yang pertama tepatnya beberapa tahun yang lalu saat bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)…

Memahami Seni (Lukis) Modern

Oleh : Dr. Agus Priyanto*
Kapan permulaan senilukis modern? Banyak jawaban muncul berkaitan dengan pertanyaan ini. Sejumlah pakar seni memberi jawaban berdasarkan argumentasi mereka masing-masing. Senilukis modern adalah julukan bagi senilukis yang memuat kreativitas individu dan unsur-unsur kebaruan di dalamnya.

Berdasarkan definisi ini, senilukis modern mencakup lukisan-lukisan sejak zaman prasejarah, hingga kini yang memiliki karakteristik. Pengertian senilukis modern ini menunjukkan, modern adalah hal yang berkaitan dengan karakteristik, bukan waktu. Modern setiap zaman bisa berbeda-beda kualitasnya, sejauh lukisan memiliki karakteristik, maka dapat disebut seni lukis modern.

Definisi Para Pakar

Para ahli sejarah seni di Barat tidak bisa menyatakan batas pasti permulaan senilukis modern. Sarah Newmeyer dalam Enjoying Modern Art (1955) menyatakan, "Seni modern boleh jadi sebuah lukisan seekor bison yang digoreskan duapuluh ribu tahun lalu, pada dinding gua Lascaux di Selatan Pran…